12 Februari 2010

bekerja keras bukan berarti ekstrim.

namo buddhaya.
hai saudara saudari seDhamma yang berbahagia.

kali ini saya ingin membahas tentang apa yang dimaksud dengan " bekerja keras yang bisa menghasilkan kesuksesan yang kita inginkan". sudah suatu hal yang lazim bagi kita semua bahwa segala sesuatu yang kita inginkan harus melalui suatu proses yang dinamakan proses "bekerja keras", namun banyak kita jumpai sebagian orang bekerja keras demi meraih sesuatu yang diinginkan tersebut terlalu ekstrim. banyak yang salah mengartikan apa yang dimaksud dengan bekerja keras, bekerja keras bukan berarti kita selalu mengedepankan hal - hal yang sedang kita kejar. ada kalanya disaat kita memikirkan berbagai faktor-faktor yang menunjang diri kita untuk meraih apa yang sedang kita gapai.

sebelum saya lanjut, mari kita melihat kilas hidup Buddha Gotama saat beliau masih didunia ini,sebelum menjadi Buddha, atau lebih tepatnya saat beliau berusaha mencari "obat" untuk tidak menjadi tua, sakit, dan mati. kita melihat betapa besar perjuangan penyiksaan diri untuk mencapai kesempurnaan, namun penyiksaan yang dilakukan tidak menghasilkan apa-apa hingga saat salah seorang pemain musik sedang menyetel senar gitarnya, lalu pemain musik itu mengatakan "jika senar dikencangkan tidak menghasilkan suara yang bagus, bahkan senar akan putus, namun jika senar dikendurkan, tidak menghasilkan suara apa-apa, jadi senar gitar harus distel antara tidak kendur dan tidak kencang, maka akan menghasilkan suara yang merdu". dari saat itulah, pangeran siddharta mendapat pelajaran yang berharga untuk mencapai kebuddhaan, pertapa gotama mengatakan bahwa beliau tidak boleh menyiksa diri dengan hanya memakan sebutir nasi setiap hari, tidak minum, sehingga dirinya menjadi sangat kurus, bahkan kematian akan menghampirinya sebelum dia mencapai apa yang dia inginkan. namun setelah melewati itu, pertapa gotama tidak lagi menjalankan pertapaan yang ekstrim lagi, sehingga tidak lama kemudian beliau mencapai kebuddaan dibawah pohon Bodhi.

melihat perjuangan pertapa gotama menjadi Buddha, kita dapat mengambil suatu pelajaran bahwa untuk meraih suatu yang ingin kita gapai jangan terlalu ekstrim, kita harus memikirkan berbagai faktor penunjang untuk meraih suatu hal yang kita ingikan, seperti menjaga kesehatan fisik kita, doa dan lain sebagainya, kita juga harus melatih diri untuk menerima berbagai kenyataan yang akan datang pada diri kita, karena dengan melatih diri untuk menerima diri kita, maka kita tidak akan mengalami stress atau depresi disaat kita gagal meraih tujuan itu.

salam be happy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar