29 Mei 2010

pelajaran beharga dari film DAAI tv

hari ini saya ingin share ke teman2 apa yang saya dapatkan dalam beberapa hari ini, kebetulan saya sering nonton film drama series dari channel DAAI TV, dan sampai sekarang saya masih nonton. pelajaran berharga yang saya dapat ketika menonton film dengan judul "perjalan kasih", bahwa kita sebagai anak harus berbakti kepada orang tua, walaupun terkadang orang tua sering memarahi kita, itu semua karena mereka ingin kita menjadi lebih baik, bahkan sampai saat kita sukses, orang tua akan tetap menyokong kita untuk berbuat yang lebih baik lagi.

itu pelajaran pertama saya, pelajaran kedua saya ialah, saat orang tua kita sudah lanjut usia, terkadang kita sebagai anak merasa, kenapa ya semakin hari, orang tua kita semakin cerewet, itu semua karena mereka masih khawatir dengan kita, walaupun kita sendiri sudah berkeluarga, namun perasaan khawatir yang didalam diri mereka tidak akan pernah hilang, bahkan terkadang mereka mengatakan" ok, saya tidak akan mencampuri urusan kalian, keluarga kalian, kalian urus sendiri", namun dilubuk hati yang paling dalam, mereka sebenarnya tidak rela, dan mereka tetap khawatir dengan kita. jadi mari kita belajar untuk memahami perasaan orang tua kita yang sudah lanjut usia.

pelajaran ketiga ialah, saat salah satu orang tua kita sudah meninggal, misalnya ibu meninggal, mula-mula ayah akan sulit untuk menerimanya, namun secara perlahan, ayah akan menerima kenyataan ini, namun ada satu hal yang membuat seorang ayah akan tetap teringat, yaitu masa - masa indah ayah bersama ibu, itu yang akan selalu ayah kenang hingga akhir hayatnya. sisa - sisa hari setelah meninggalnya ibu, ayah akan merasa kesepian, maka kita sebagai anak, jangan membiarkan ayah dalam kesendirian, jangan pula menitipkan ayah kepanti jompo, seperti halnya zaman sekarang, banyak anak-anak menitipkan orang tuannya kepanti jompo, padahal itu salah, keinginan seorang ayah maupun seorang ibu adalah mengisi waktu tuanya bersama anak-anaknya. makanya, kadangkala, banyak orang tua yang sudah lanjut usia merasa menyesal, karena mereka ditelantarkan oleh anak-anak mereka akibat kesibukan sehari-hari, berurusan dengan pekerjaan mereka, lalu mereka menitipkan orang tua mereka kepanti jompo. saya mengutip satu kalimat yang memiliki makna yang dapat mewakili orang tua yang ditinggalkan oleh anak-anaknya . " dulu, saya hidup untuk berjuang supaya kelak saya sukses, dan mempunyai keluarga, dan setelah berkeluarga, saya menikmati keindahan tersebut dan membantu putra-putri saya sukses hingga saya tua, namun, disaat tua, saya kembali hidup sendiri, layaknya tidak mempunyai keluarga". mungkin kita belum merasa, karena kita belum tua, namun, kelak setelah kita tua, kita akan tahu bagaimana rasanya, namun semua itu sudah terlambat, kita sebagai anak tidak bisa membalas budi kepada kedua orang tua kita.

dari ketiga pelajaran berharga ini, seolah menyadarkan saya bahwa betapa inginnya mereka disisi kita sebagai anaknya. dan mari kita bersama-sama berbakti kepada orang tua kita untuk membalas budi atas kasih mereka terhadap kita, walaupun kita tidak dapat membayarnya hingga tuntas, namun bukankah lebih baik kita membalas budi ketimbang tidak.

demikian yang bisa saya share ke teman-teman, thanks for all.
semoga semua makhluk hidup berbahagia, sadhu3x. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar