29 Mei 2010
Penyakit dengan 17 Kepribadian
Chicago, Kepribadian ganda adalah penyakit kejiwaan yang sulit dideteksi. Orang-orang yang labil, hilang ingatan atau punya masa lalu yang mencekam adalah yang rentan memiliki kepribadian ganda atau multi pribadi.
Bagaimana jika si penderita tak hanya punya dua kepribadian tapi 17 kepribadian?
Itulah yang terjadi pada Karen Overhill (nama samaran yang dibuat seorang psikiatri untuk melindungi pasien dan keluarga). Wanita asal Chicago ini didiagnosa dengan Dissociative Identity Disorder (DID) atau yang dikenal juga dengan Multiple Personality Disorder (gangguan kepribadian ganda atau MPD).
Karen seperti kisah dalam buku cerita Sybil karangan Flora Rheta Schreiber yang memiliki 16 kepribadian. Cerita Sybil sendiri terinpirasi dari kisah nyata seorang perempuan bernama Shirley Ardell Mason yang memiliki 16 kepribadian karena masa lalu kelam yang sering disiksa ibunya.
Nah berbeda dengan Sybil, Karen memiliki kepribadian lebih banyak dari Sybil. Psikiaternya pun perlu bekerja keras untuk mendeteksi jumlah kepribadian Karen.
"Karen Overhill memiliki 17 karakter berbeda dalam dirinya," kata Dr Richard Baer, psikiater yang menangani Karen, seperti dilansir dari Dailymail, Rabu (28/4/2010).
Dr Baer sampai harus menggunakan hipnotis untuk menemukan ke-17 karakter Karen pada tahun 1993, setelah Karen menulis sebuah surat yang berkata, "Nama saya Claire. Saya tujuh tahun hidup di dalam Karen".
Melalui hipnotis tersebut, Dr Baer menemukan dalam diri Karen ada karakter laki-laki dan perempuan, hitam dan putih, dengan umur yang berbeda-beda. Beberapa ada yang kidal, yang lain tangan kanan, dan karakter-karakter tersebut bahkan saling berseberangan.
Karen pernah menjadi dua karakter yang mengalami trauma, yaitu Sandy, gadis 18 tahun yang menderita depresi dan gangguan makan. Serta menjadi Jensen, bocah kulit hitam berusia 11 tahun yang pandai menggambar, dan pernah mengalami siksaan fisik dari ayah dan kakeknya selama masa bayi.
Karen juga pernah dua tahun menjadi karakter bayi, dan tujuh tahun menjadi Claire, gadis yang mengalami pelecehan seksual.
Dr Baer harus berusaha keras mengenal ke-17 karakter tersebut, dan kemudian membujuk karakter-karakter itu untuk menghapus identitas masing-masing dengan menggabungkan menjadi satu. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan nyawa Karen.
Bagi Dr Baer, kasus Karen tampak sangat luar biasa. Ia membutuhkan beberapa bulan untuk melakukan terapi. Bahkan antidepresan pun tak dapat membantunya. Karen kadang sangat emosi dan mencoba bunuh diri, atau kadang terlihat dengan raut wajah datar.
Tapi akhirnya Karen mulai bercerita tentang masa kanak-kanaknya. Dia mengalami hilang ingatan yang aneh. Karen sering menemukan dirinya di tempat-tempat asing dan ia tak pernah menyadari bagaimana ia bisa berada disana.
Dia bahkan tidak bisa mengingat pernah berhubungan seks dengan suaminya, meskipun kini ia telah memiliki dua anak.
Kisah nyata Karen ini telah diterbitkan dalam sebuah buku Switching Time, yang ditulis oleh Dr Baer sendiri.
American Psychiatric Association pada tahun 1994 sepakat istilah MPD diganti dengan DID. Meski penamaan berubah namun gejala dasarnya tetap sama seperti amnesia, berubah dengan spontan.
Kenangan masa kecil yang buruk, korban pelecehan seksual, amnesia membuat si penderitanya depresi berat yang kemudian mengalami disorientasi. Jika tidak diobati karakter asli (host personality) orang tersebut akan hilang menjadi alter personality (kepribadian pengganti).
Bahanya jika si penderita menjadi alter personality dia akan menampakkan ciri seperti:
1. Pribadi anak (child alters), yang membuat kepribadiannya bak dalam dunia anak-anak seperti suka bermain dan periang.
2. Pribadi yang menyiksa (persecutor personality), yang membuat penderitanya bisa menyakiti diri sendiri atau orang lain.
3. Pribadi penolong (help personality) yang membuatnya menjadi orang yang sangat baik hati.
Ciri-ciri orang yang mengalami kepribadian multi adalah:
1. Penampilan penderita dapat berubah-ubah secara dramatis. Demikian pula sikap dan prilakunya.
2. Gaya bicara dapat berbeda dari satu dan yang lainnya.
3. Sering mengalami halusinasi dalam bentuk suara dari kepalanya (pseudo halusinasi).
4. Fungsi kognitif lain umumnya baik, kecuali pada ingatan masa lalu.
5. Jika melakukan penilaian (judgement) dapat berubah-ubah tergantung kepribadian yang muncul.
6. Umumnya penderita tidak menyadari ada kepribadian lain di dalam dirinya.
Penyakit multi pribadi ini hanya bisa dilakukan dengan terapi yang terus menerus sehingga penderita mampu menemukan kepribadian aslinya. Obat-obatan antidepresan biasanya hanya sedikit yang bisa menolong. Jika tak ditangani si penderita bisa berbuat nekat yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.
(detikhealth).
bagaimana pendapat saudara2 skalian bila dipandang secara buddhis??
pelajaran beharga dari film DAAI tv
itu pelajaran pertama saya, pelajaran kedua saya ialah, saat orang tua kita sudah lanjut usia, terkadang kita sebagai anak merasa, kenapa ya semakin hari, orang tua kita semakin cerewet, itu semua karena mereka masih khawatir dengan kita, walaupun kita sendiri sudah berkeluarga, namun perasaan khawatir yang didalam diri mereka tidak akan pernah hilang, bahkan terkadang mereka mengatakan" ok, saya tidak akan mencampuri urusan kalian, keluarga kalian, kalian urus sendiri", namun dilubuk hati yang paling dalam, mereka sebenarnya tidak rela, dan mereka tetap khawatir dengan kita. jadi mari kita belajar untuk memahami perasaan orang tua kita yang sudah lanjut usia.
pelajaran ketiga ialah, saat salah satu orang tua kita sudah meninggal, misalnya ibu meninggal, mula-mula ayah akan sulit untuk menerimanya, namun secara perlahan, ayah akan menerima kenyataan ini, namun ada satu hal yang membuat seorang ayah akan tetap teringat, yaitu masa - masa indah ayah bersama ibu, itu yang akan selalu ayah kenang hingga akhir hayatnya. sisa - sisa hari setelah meninggalnya ibu, ayah akan merasa kesepian, maka kita sebagai anak, jangan membiarkan ayah dalam kesendirian, jangan pula menitipkan ayah kepanti jompo, seperti halnya zaman sekarang, banyak anak-anak menitipkan orang tuannya kepanti jompo, padahal itu salah, keinginan seorang ayah maupun seorang ibu adalah mengisi waktu tuanya bersama anak-anaknya. makanya, kadangkala, banyak orang tua yang sudah lanjut usia merasa menyesal, karena mereka ditelantarkan oleh anak-anak mereka akibat kesibukan sehari-hari, berurusan dengan pekerjaan mereka, lalu mereka menitipkan orang tua mereka kepanti jompo. saya mengutip satu kalimat yang memiliki makna yang dapat mewakili orang tua yang ditinggalkan oleh anak-anaknya . " dulu, saya hidup untuk berjuang supaya kelak saya sukses, dan mempunyai keluarga, dan setelah berkeluarga, saya menikmati keindahan tersebut dan membantu putra-putri saya sukses hingga saya tua, namun, disaat tua, saya kembali hidup sendiri, layaknya tidak mempunyai keluarga". mungkin kita belum merasa, karena kita belum tua, namun, kelak setelah kita tua, kita akan tahu bagaimana rasanya, namun semua itu sudah terlambat, kita sebagai anak tidak bisa membalas budi kepada kedua orang tua kita.
dari ketiga pelajaran berharga ini, seolah menyadarkan saya bahwa betapa inginnya mereka disisi kita sebagai anaknya. dan mari kita bersama-sama berbakti kepada orang tua kita untuk membalas budi atas kasih mereka terhadap kita, walaupun kita tidak dapat membayarnya hingga tuntas, namun bukankah lebih baik kita membalas budi ketimbang tidak.
demikian yang bisa saya share ke teman-teman, thanks for all.
semoga semua makhluk hidup berbahagia, sadhu3x. . .
12 Februari 2010
bekerja keras bukan berarti ekstrim.
hai saudara saudari seDhamma yang berbahagia.
kali ini saya ingin membahas tentang apa yang dimaksud dengan " bekerja keras yang bisa menghasilkan kesuksesan yang kita inginkan". sudah suatu hal yang lazim bagi kita semua bahwa segala sesuatu yang kita inginkan harus melalui suatu proses yang dinamakan proses "bekerja keras", namun banyak kita jumpai sebagian orang bekerja keras demi meraih sesuatu yang diinginkan tersebut terlalu ekstrim. banyak yang salah mengartikan apa yang dimaksud dengan bekerja keras, bekerja keras bukan berarti kita selalu mengedepankan hal - hal yang sedang kita kejar. ada kalanya disaat kita memikirkan berbagai faktor-faktor yang menunjang diri kita untuk meraih apa yang sedang kita gapai.
sebelum saya lanjut, mari kita melihat kilas hidup Buddha Gotama saat beliau masih didunia ini,sebelum menjadi Buddha, atau lebih tepatnya saat beliau berusaha mencari "obat" untuk tidak menjadi tua, sakit, dan mati. kita melihat betapa besar perjuangan penyiksaan diri untuk mencapai kesempurnaan, namun penyiksaan yang dilakukan tidak menghasilkan apa-apa hingga saat salah seorang pemain musik sedang menyetel senar gitarnya, lalu pemain musik itu mengatakan "jika senar dikencangkan tidak menghasilkan suara yang bagus, bahkan senar akan putus, namun jika senar dikendurkan, tidak menghasilkan suara apa-apa, jadi senar gitar harus distel antara tidak kendur dan tidak kencang, maka akan menghasilkan suara yang merdu". dari saat itulah, pangeran siddharta mendapat pelajaran yang berharga untuk mencapai kebuddhaan, pertapa gotama mengatakan bahwa beliau tidak boleh menyiksa diri dengan hanya memakan sebutir nasi setiap hari, tidak minum, sehingga dirinya menjadi sangat kurus, bahkan kematian akan menghampirinya sebelum dia mencapai apa yang dia inginkan. namun setelah melewati itu, pertapa gotama tidak lagi menjalankan pertapaan yang ekstrim lagi, sehingga tidak lama kemudian beliau mencapai kebuddaan dibawah pohon Bodhi.
melihat perjuangan pertapa gotama menjadi Buddha, kita dapat mengambil suatu pelajaran bahwa untuk meraih suatu yang ingin kita gapai jangan terlalu ekstrim, kita harus memikirkan berbagai faktor penunjang untuk meraih suatu hal yang kita ingikan, seperti menjaga kesehatan fisik kita, doa dan lain sebagainya, kita juga harus melatih diri untuk menerima berbagai kenyataan yang akan datang pada diri kita, karena dengan melatih diri untuk menerima diri kita, maka kita tidak akan mengalami stress atau depresi disaat kita gagal meraih tujuan itu.
salam be happy
25 Januari 2010
Terpikirkah anda?
ya mungkin disini yang mau saya bagi ke anda semua, yakni apa pelajaran yang anda petik untuk anda sendiri sebagai manusia?
baiklah teman-teman, kita lihat salah satu bangunan yang hancur akibat gempa dasyat itu, yakni Hotel Ambacang, yang kata orang - orang, hotel tersebut merupakan hotel yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan dan orang - orang yang dari tempat atau daerah lain. hotel ini dibangun dengan dana yang cukup besar dan memakan waktu yang lumayan lama, lalu begitu gempa datang, hotel itu ambruk, tumbang serta hancur dalam hitungan menit. kenapa itu terjadi dengan begitu cepat?,padahal untuk membuat sebuah bangunan hotel yang megah seperti hotel ambacang itu memerlukan waktu yang lumayan lama.
bila dikaitkan dengan diri kita sendiri, membuat sebuah bangunan hotel yang megah kita anggap sebagai upaya kita untuk berbuat kebaikan, kebajikan, serta hal - hal kebaikan yang lainnya. kemudian hancurnya hotel tersebut kita anggap sebagai perbuatan buruk kita, atau upaya kita untuk berbuat jahat. lalu pernah anda berpikir bahwa jika kita ingin berbuat suatu kebaikan, kebajikan dan lain - lain, itu memerlukan berbagai rintangan, kita harus beusaha sabar, mengorbankan keegoisan kita, menghilangkan kegengsian kita, supaya kita bisa selalu berbuat baik dalam hal apapun saja, dimana saja, kapan saja, apa saja, bagaimana saja . . dan ini memerlukan waktu yang begitu lama dan memerlukan pengorbanan yang begitu besar, ini bila kita ingin membuat kebaikan, dan kebajikan, lalu bagaimana di saat seseorang ingin berbuat atau melakukan kejahatan?, begitu cepat suatu proses untuk melakukan kejahatan itu. dengan sedemikian mudah, seseorang itu melakukan kejahatan, tanpa hambatan yang berat dan berarti untuk si pelaku kejahatan itu melaksanakan kejahatannya, mudahkan?.
ya saudara - saudari sekalian, peristiwa gempa bumi yang melanda sumatera barat ini mengingatkan kita bagaimana sulitnya kita untuk melakukan perbuatan baik, meskipun kita memiliki tekad yang kuat, namun waktu yang diperlukan tidak secepat di saat anda melakukan perbuatan jahat. oleh karena itu, dengan adanya berbagai peristiwa kecelakaan alam ini, seharusnya kita semuanya berpikir betapa sulitnya kita untuk melakukan suatu kebaikan, dan begitu mudahnya kita melakukan sebuah kejahatan, maka kita harus mempertahankan perbuatan baik kita, dan berusaha untuk menghilangkan perbuatan buruk anda, sekecil apapun kejahatan itu, tetap harus kita hilangkan.
Sudah tingkat keberapakah anda?
lalu dalam benak saya terlintas, bayangkan setiap tingkat dalam gedung ini merupakan tingkat jenjang pendidikan kita, lalu kita sekarang di lantai berapa?, contohnya, saya sekarang sudah menyelesaikan jenjang SMA dan melanjutkan jenjang S-1,berarti kalau dihitung dari SD, saya sudah duduk dikelas 13 (karena: sd=6 kelas, smp=3kelas, sma=3 kelas, dan S1 semester 1=1 kelas), berarti kalau ditotal menjadi 13 kelas yang sudah saya lewati sekian tahunnya, dan saya sudah di lantai 13 dalam suatu gedung "pendidikan" yang sangat tinggi ini.
diatas tadi merupakan salah satu ilustrasi saya kepada anda seandainya suatu ketika anda berpikir tidak mau melanjutkan jenjang pendidikan anda, maka anda harus berpikir dan mengilustrasikan sebuah gedung yang sangat tinggi(mungkin gedung pencakar langit di amerika serikat) itu sebagai suatu jenjang pendidikan yang sedang kalian lalui, kalian seharusnya berpikir,"o saya sekarang ini berada di tingkat ini,",lalu anda juga harus berpikir seraya bertanya berapa tingkat lagi yang harus saya lalui dalam gedung itu?, sanggup kah saya?". dengan begitu secara tidak sadar akan timbul perasaan dari hati anda bahwa saya harus menyelesaikan setiap tingkat yang belum saya selesaikan.
Kita akui bahwa untuk melanjutkan sebuah pendidikan itu tidaklah mudah, salah satu adalah faktor financial yang harus kita keluarkan, namun itu bukan berarti menghentikan kita dalam melanjutkan jenjang pendidikan, berbagai cara bisa kita atasi, salah satunya mungkin mencari beasiswa dimana-mana.
jadi tidak ada kata "menyerah" dalam melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan kita ini setuju?,cahyooo. . .
24 Januari 2010
dimanakah letak Motivasi anda?
menung bukan berarti mengkhayalkan?
ya pernah sadari kah kamu sewaktu kamu sedang termenung, bahwa ada sesuatu yang secara tidak langsung sedang memotivasikan dirimu supaya kamu kembali bersemangat untuk menjalankan sesuatu kedepannya?
ini pengalaman yang pernah saya alami sewaktu saya terbawa menung, saat itu saya sedang ada masalah, dan tentunya ini sangat membawa seseorang untuk menjadi seseorang yang tanpa tujuan bukan?, karena di selimuti berbagai masalah.
lalu kemudian selang beberapa lama, saya melihat sekeliling pemandangan di sekitar saya, tanpa sengaja saya melihat pohon yang ada didepan saya, disaat yang tidak lama dari itu, saya terpikir, betapa tegarnya pohon itu, di saat mereka tertimpa masalah alam. yakni, hujan,terik matahari, dinginnya malam hari,angin yang kadang sangat kencang sekali, dan lain sebagainya, namun mereka tetap berdiri tegak dan mempertahankan hidupnya hingga mereka tua dan tidak kuat lagi untuk bertahan hidup atau disingkat sudah waktunya mereka beristirahat panjang.
ya, dari sini saya mengambil sebuah motivasi bahwa sebatang pohon saja bisa mempertahankan hidupnya dari segala sesuatu yang dihadapinya.
namun kita sebagai makhluk yang dikatakan paling mulia di dunia ini, yang mempunyai akal dan pikiran harus menyerah karena suatu masalah?, dan kita tidak dapat mencari solusinya.bukankah itu suatu penghinaan terbesar dalam diri kita ini?.
lalu apa yang harus kita perbuat?. ya kita harus sadar dengan segala sesuatu yang disekitar kita sewaktu kita dalam suatu permasalahan atau tidak, banyak yang akan teman2 temukan bahwa di sekeliling kita sangat banyak yang ingin membantu kita sewaktu kamu bermasalah.
jangan menyerah akan segala tantangan yang akan kamu hadapi dikemudian hari.
terus lah berjuang, karena segala sesuatu akan membantu kamu nantinya abik yang kamu sadari maupun yang tidak kamu sadari. . .chayooo. . . .
